SANDAL YANG TERTUKAR
Suatu hari, ketika jam menunjukkan pukul 17.00 sore (kurang lebih) saya disuruh oleh mamah untuk membeli sesuatu yang sangat2 berharga, saya pun mengangguk untuk membelikannya."Tapi sebelumnya, saya mandi dulu dongsss sebelum belanja ke warumg supaya terlihat elegan gituh ha ha ha." Saya pun lalu pergi ke warumg, dalam perjalanan ke warung, saya melihat banyak orang dilapang, ternyata mereka semua sedang senam ah..... begitu serunya.Eh kebetulan dilapang itu ada teman saya loh dan saya sempat ngobrol dulu sama teman saya ini (cewe yah bukan cowo) dan dia itu ngobrolnya pesan dari ayah saya, katanya sih Ayah aku ngomong kalo nanti jika aku sudah keluar SMP aku harus masuk ke SMK"........". Tapi, sekolah itu bukan sekolah yang aku inginkan dan aku pun ngomong sama teman aku nanti-nanti ajah deh ngobrolnya tentang masuk sekolah.Aku pergi dulu yah bye bye...
Setelah ngobrol saya pun melanjutkan pergi ke warung.Warung itu lumayan cukup jauh sih, kira-kira kalo dihitung jam mencapai tiga jam ehhhhh salahhhhhh maksudnya 3 menit.Akhirnya saya pun sampai di warung, setelah menyebrang dari sebuah jalan raya.Tapi, sesampainya di warung, dikepala saya itu tengiang-ngiang ucapan teman saya itu kalo,bahwasanya Ayah saya menyarankan saya untuk masuk ke SMK pilihan ayah saya itu.Ya, tapi mau gimana lagi ya udahlah................
Saya pun membeli sesuatu yang disuruh mamah saya itu, setelah usai berbelanja dengan wajah yang melamun saya pun beranjak dari warumg tersebut.Entah apa yang saya injak saya pun berlalu dari warung tersebut.Dalam perjalanan pulang ke rumah, ketika dilapang senam itu saya baru nyadar kalo apa yang saya pakai tidak sesuai dengan apa yang tadi saya pakai, ternyata saya salah memakai sendal, yang asalnya sendal itu berwarna pink kecil untuk perempuan,"Karena keajaiban" sendal itu pun berubah menjadi sendal yang berwarna hitam besar yang suka dipakai laki-laki.Dan saya pum langsung kaget setengah mati, saya pun berlari-lari kecil untuk sampai secepat-cepatnya ke rumah untuk menyimpan barang-barang belanjaan tadi.
Setelah itu, saya pun berlari dengan begitu cepatnya,seperti monyet yang sedang mengejar-ngejar sebuah pisang.Tak terasa saya pun tiba di warung tadi dan pemilik warung tersebut bertanya " Ada apa kemari lagi kesini?" , saya pun menjawab dengan tersipu malu bahwasanya sandal yang saya pakai tertukar.Dan pemilik warung tersebut tertawa terbahak-bahak bersama saya.
THE END STORY

